Jumat, 26 September 2014

KEBEBASAN

Yang namanya "Bebas" kadang kala memang menyenangkan guys. Tapi kita lihat dulu "Bebas" yang seperti apa. Selamat membaca guys :)

KEBEBASAN

Dalam menentukan perbuatan, jiwa kita berhubungan dengan kehendak bebas. Karena jiwa itu sendiri manusia menjadi makhluk yang bebas. Kebebasan merupakan kepentingan humanisme. Ada beberapan pandangan yang menyangkut kebebasan :

* Determinisme :
Aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup manusia. Seluruh kegiatan manusia didunian berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik.
- Deterministik fisik biologis
- Deterministik psikologis
- Deterministik sosial
- Deterministik teologis

* Kelemahan Determinisme :
- Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia
- Menyangka bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
- Menafikan adanya tanggung jawab

Secara garis besar "Kebebasan" adalah tidak adanya paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada, tidak ada aturan tapi sayangnya ini bukan arti dari eksistensial kebebasan. 

Kebebasan eksistensial itu sendiri adalah penyempurnaan diri, kesanggupan memilih dan memutuskan, kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi.

* Jenis Kebebasan : 
- Kebebasan Horizontal : berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan bersifat spontan
- Kebebasan Eksistensial : berkaitan dengan kebebasan positif dan martabat manusia
- Kebebasan Sosial : berkaitan dengan orang lain

* Nilai Humanistik dalam kebebasan eksistensial :
- Melibatkan pertimbangan
- Mengedepankan nilai kebaikan
- Menghidupkan otonomi
- Menyertakan tanggung jawab

* 4 alasan adanya pembatasan sosial :
- Menyertakan pengertian
- Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
- Menjamin pelaksanaan keadilan masyarakat
- Terkait hakikat manusia sebagai makhluk sosial

* Sejarah perkembangan kebebasan manusia :
- Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik
- Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik
- Era kontemporer, kebebasan dipermasalahkan dalam sudut pandangan sosial
- Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan kecemasan untuk mencapai kesatuan

 
" Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan - Erich Fromm, The Fear of Freedom 1960 "

Kebebasan menurut saya tentunya adalah kita terbebas dari permasalah hidup yang berat tapi saya tahu semua manusia pasti mendapatkan masalah dihidupnya. Jadi kebebasan adalah hak yang harus dijunjung dan bisa dipertanggung jawabkan. Karena tidak semua orang bisa memanfaatkan kebebasan dengan baik. Manfaat kan kebebasan mu dengan baik ya guys.

SUMBER: PPT YANG DIJELASKAN DOSEN 

MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA

Pertemuan 26 September 2014 hari Jumat

Yeahhh its Friday guys, hari dimana kita belajar filsafat di minggu ini. Semoga menyenangkan guys :D

MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA

Yang Bukan Termasuk Afektivitas :
- Cinta membuktikan diri dengan perbuatan perbuatan. Cinta mendahului perbuatan.
- Kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa.
- Padahal afektivitas bukan menyangkut perasaan saja melainkan spiritual juga.

Yang Perbuatan Afektivitas :
- Seluruh perbuatan afektiv yang dilakukan oleh subyek sehingga subyek ditarik oleh objek atau sebaliknya
- Perbuatan afektiv sedikit mirip dengan perbuatan mengenal karena dianggap perbuatan vital. Tapi perbuatan afektiv beda dengan perbuatan mengenal karena afektiv lebih pasif sedangkan pada perbuatan mengenal subyek membuka diri pada objek

Kondisi Aktivitas Manusia :
- Diperlukan satu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek pembuatan afektifnya
- Kesenangan = perasaan yang dialami subyek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik

C I N T A :
Disini kami juga membahas tentang cinta. Cinta termasuk afektivitas atau bukan ? Tapi ntah lah hanya perasaan kita masing masing yang bisa menjawab pertanyaan itu. Jangan diterusin ya ntar malah curhat lagi hahaha :D. Semoga kisah cinta kalian menyenangkan guys. 

Tutorial :
Dalam satu angkatan kami memainkan permainan yang membentuk lingkaran besar. Kami bermain dengan mendengarkan instruksi dari Pak Carolus. Dan permainan mengajarkan kami tentang pergerakan dari dalam kelompok itu sendiri. Diawali dengan pertanyaan "Do you love me?" dan jika jawaban "Tidak, saya mencintai yang berbaju coklat" maka kita harus segera bertukar tempat dengan yang berbaju coklat lainnya. Permainan ini sangat menyenangkan dan mengurangi rasa bosan. 

SUMBER : PPT YANG DIJELASKAN DOSEN 

Selasa, 23 September 2014

FILSAFAT MANUSIA

FILSAFAT MANUSIA


Hay Guys ini materi terakhir sebelum UTS hehe semoga bermanfaat :D

Filsafat manusia adalah bagian filsafat yang mengupas arti manusia. Memikirkan tentang asal usul manusia, hakikat hidup manusia, dan realitas eksistensi manusia. Hasrat untuk memliki rasa ingin tahu tentang diri sendiri ataupun yang lain. 

Istilah Filsafat :
Dulu : Psikologi filosofis 
           Psikologi rasional 
Sekarang : Filsafat manusia
                  Antropologi filosofis
Kenapa lebih tepat karena keutuhan tak hanya mempelajari jiwa tapi tubuh dan jiwa, roh dan daging.

Mengapa perlu belajar filsafat manusia ?
- Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib (tingkat tertentu) menyelidiki arti yang dalam dari "yang ada".
- Manusia bertanggung jawab pada diri sendiri

Apakah berfilsafat tentang manusia itu sulit ?
- Ya, karena seolah tak berguna
- Zaman sekarang banyak ilmu yang mengkaji manusia memperkaya dan memperdalam pengetahuan tentang manusia. Lalu apa perlunya ?
- Tapi belajar filsafat tentang manusia tentu masih perlu.
- Para filsuf manusia : Plato, Aristotelles, Merleau-Ponty, Paul Ricoer, Martin Heidegger, Soren Kierkegard, Emmanuel Levinas, Gabriel Marcel, Jacques Lacan, Jacques Derrida, dll.

Metode filsafat manusia
- Sebagai bagian dari filsafat cara kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya. 
- Yaitu : refleksi, analisa transendental, dan sintesa
- Dan juga ada Ekstensif, intensif dan kritis

Objek filsafat manusia
- Objek material : manusia itu sendiri
- Objek formal : esensi manusia, strukturnya yang fundamental
Hasil gambar untuk heidegger

Max Scheler dan Heidegger : " Tak ada zaman, seperti zaman sekarang dimana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematika bagi dirinya. Tak ada pula masa dimana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya ".

SUMBER : PPT YANG DIJELASKAN DOSEN DAN https://www.google.co.id/search?q=heidegger&biw=1745&bih=883&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=6hghVIORLMKQuASl94KwCQ&ved=0CAYQ_AUoAQ


Senin, 22 September 2014

KESESATAN PEMIKIRAN

KESESATAN PEMIKIRAN

  • Fallacia : Kesalahan pemikiran dalam logika bukan kesalahan fakta tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.
  • Kesesatan Formal : Pelanggaran terhadap kaidah logika. 
  • Contoh : Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berwajah seram. Jadi semua pengamen berwajah seram. Apa yang dilanggar ?
  • Kesesatan Informal : Menyangkut kesesatan dalam bahasa. 
  • Contoh : Antara hewan dan manusia memiliki perbedaan. 
  • Amfiboli : sesat karena struktur kalimat bercabang. 
  • Contoh : Dina anak Bu Dini yang hilang ingatan lari dari rumah.
  • Kesesatan aksen : sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan. 
  • Contoh : Ada aturan " Anda tidak boleh ganggu istri tetangga. Nah pak Amir bukan tetangga Anda. Maka anda boleh mengganggu istrinya :D 
  • Kesesatan bentuk pembicaraan : Sesat karena orang menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain. 
  • Contoh : Bersepeda = memakai sepeda, Berjalan = memakai jalan, Beristri = memakai istri :p
  • Kesesatan aksidental : yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki. 
  • Contoh : Kuning langsat adalah warna. Orang Korea itu kuning langsat. Maka orang Korea itu warna
  • Kesesatan karena alasan yang salah
KESESATAN PRESUMSI
  • Generalisasi tergesa gesa.
  • Contoh : Orang Sunda pandai memasak
  • Belum tentu.
  • Contoh : Memang saya tidak lulus karena beberapa hari yang lalu saya debat dengan dosen.
  • Analogi palsu
  • Penalaran melingkar
  • Deduksi cacat
  • Pikiran simplistis
  • Contoh : Karena ia tidak beragama, tidak memiliki moral.
MENGHINDARI PERSOALAN

  • Argumentum ad hominem : Jangan percaya omongannya karena ia mantan narapidana.
  • Argumentum ad populum : Anda lihat banyak ketidakadilan di negeri ini, maka Partai Golkar adalah partai masa depan
  • Argumentum ad misericordiam : Seorang terdakwa meminta keringanan hukuman karena mengaku punya banyak tanggungan.
  • Argumentum ad baculum : Karena beda pendapat, suka meneror orang lain.
  • Argumentum ad auctoritatem : Mengutip pendapat orang lain.
  • Argumentum ad ignorantiam : Bila tidak ada bukti bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.
  • Argumentum untuk keuntungan sepihak
  • Non causa pro causa : Orang sakit perut setelah menghapus sms berantai , maka dia mengganggap itu penyebabnya.
KESESATAN RETORIS

  • Eufemisme / Disfemisme : Pembangkang yang dianggap benar disebut reformator. Bila tidak disenangi maka disebut anggota pemberontak.
  • Penjelasan Retorik : Dia tidak lulus karena tidak teliti mengerjakan soal.
  • Stereotipe : Orang Sunda penyabar. Orang Batak suka menyanyi.
  • Innuendo : Saya tidak mengatakan makanan tidak enak, tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
  • Loading question : Apakah anda masih memakai narkoba ?
  • Weaseler : 3 dari 4 dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
  • Downplay : Jangan anggap serius omongannya dia hanya seorang pembantu.
  • Lelucon
  • Hiperbola
  • Pengandaian bukti
  • Dilema semu
SUMBER : PPT YANG DIJELASKAN DOSEN

SILOGISME

Pertemuan Ke 5 Tanggal 22 September 2014 Senin

SILOGISME

Suatu kesimpulan yang dimana dua dari premis disimpulkan keputusan yang baru. Memiliki prinsip jika premis benar maka kesimpulan harus benar juga. 

  • Kategoris : silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat). Contoh : perbuatan jahat itu haram. Menghina itu adalah perbuatan jahat. Maka menghina itu haram.
  • Silogisme kategoris tunggal : mempunyai 2 premis terdiri atas 3 term S, P, M.
  • Bentuknya :
  • M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis minor. 
    • Contoh : Setiap manusia butuh makan. Andi adalah manusia. Jadi andi butuh makan.
    • M jadi P dalam premis mayor dan minor. 
    • Contoh : Lingkaran adalah bentuk bundar. Segitiga bukan bentuk bundar. Segitiga bukan lingkaran.
    • M jadi S dalam premis mayor dan minor.
    • Contoh : Mahasiswa itu orang dengan tugas belajar. Ada mahasiswa yang orang bodoh. Jadi sebagian orang bodoh itu orang denga tugas belajar.
    • M adalah P dalam premis mayor dan minor.
    • Contoh : DBD itu penyakit. Semua penyakit membuat tubuh lemah. Jadi sebagian yang membuat tubuh lemah itu DBD.
    • Silogisme Majemuk : Bentuk silogisme yang premis premisnya sangat lengkap dari 3 premis. 
    • Jenis Silogisme Majemuk :
    • Ephicerema : Silogisme yang salah satu atau kedua premisnya disertai alasan. 
    • Contoh : Semua arloji bermutu adalah arloji mahal, karena sukar pembuatannya. Arloji Mido itu adalah arloji baik karena selalu awet dan tepat. Jadi Arloji Mido ituarloji mahal.
    • Enthymema : Salah satu premis atau kesimpulannya dilampaui disebut juga silogisme singkat. 
    • Contoh : Jiwa manusia adalah rohani. Jadi tidak akan mati. (versi singkat ). Yang rohani tidak akan mati. Jiwa manusia adalah rohani. Maka, jiwa manusia tidak akan mati. (versi lengkap).
    • Polisilogisme : Deretan silogisme dimana simpulan silogisme satu menjadi premis untuk silogisme lainnya. 
    • Sorites : Silogisem yang premisnya lebih dari dua. Putusan itu dihubungkan satu sama lainnya. Sehingga predikat dari putusan satu jadi subjek putusan berikutnya.
    • Contoh : Orang yang tidak mengendalikan keinginannya, menginginkan seribu satu barang. Orang yang tidak menginginkan seribu satu barang banyak sekali kebutuhannya. Orang yang banyak sekali kebutuhannya tidak tentram hatinya. Jadi orang yang tidak mengendalikan keinginanya, tidak tentram hatinya.
    SUMBER : PPT YANG TELAH DIJELASKAN DOSEN

    ETIKA DAN MORAL

    Berhubung materi yang Silogisme dan kesesatan pemikiran Kehapus terpaksa saya ngepost yang Etika Moral dulu ya blogger

    ETIKA DAN MORAL
    Berasal dari kata Yunani “Ethos” yang artinya kebiasaan. Moralitas biasanya dikaitkan dengan system nilai tentang bagaimana kita harus berperilaku lebih baik.
    ü    Macam Etika :
          Deskripitif : Berbicara mengenai fakta apa adanya, yaitu menganai niali dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi realitas.
    ü    Berdasarkan kajian ilmu :
          Normatif : Mempelajari secara kritis dan metodis norma norma yang ada. Maka sebagai ilmu etika bersifat kritis dan metodis.
             Fenomenologis : Mempelajari gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, dll.
    ü    Etika Umum : Mengenai hal yang paling mendasar dan prinsip moral dasar.
    ü    Etika Khusus : Penerapan dari prinsip dasar.
            Individual : Menyangkut kewajiban dan sikan manusia terhadap diri sendiri.
            Sosial : Kewajiban, sikap, dan pola perilaku di masyarakat.
    ü    Profesi : Pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus
    ü    Etika Profesi :
                      Adanya pengetahuan khusus
                    Adanya kaidah dan standar moral tinggi
                     Mengabdi pada masyarakat
                     Ada izin untuk menjalankan profesi
                      Menjadi anggota dari profesi
    ü    Prinsip Etika Profesi :
                     Tanggung Jawab
                     Keadilan
                      Otonomi
    ü    Kode Etik : Norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu dalam profesi.
    ü    Tujuan Kode Etik :
                     Menjunjung tinggi martabat profesi
                     Menjaga kesejahteraan anggota
                     Meningkatkan pengabdian
                      Meningkatkan mutu
                      Meningkatkan layanan
                      Organisasi professional yang kuat dan erat
                      Ada standart

    SUMBER : PPT YANG DIJELASKAN OLEH DOSEN  PAK CAROLUS DAN PAK RAJA 



    Minggu, 21 September 2014

    SEKILAS TENTANG DESCARTES DURO



    Descartes Duro

    Hay kami adalah Descartes Duro yang artinya Descartes diambil dari nama seorang Filsuf yang memegang peranan penting dalam dunia Psikologi juga. Nah kalau Duro bahasa Italia yang artinya Tangguh. Jadi kami berharap kelompok kami bisa tangguh dalam bekerja sama dan mengerjakan tugas tugas dengan baik hahhahaa. Kami beranggotakan 6 orang yaitu Michael, Angelica Setiady, Vania, Jessica Maria, Regina Inke dan saya sendiri Chintya Lucy. Saya rasa kami adalah kelompok filsafat yang solid. Senang bekerja sama dengan kalian guys hahahaha.

    Sabtu, 20 September 2014

    SUBJEKTIVISME, OBJEKTIVISME, LOGIKA, KONFIRMASI, INFERENSI, KONSTRUKSI TEORI, KEBENARAN, BERPIKIR KRITIS

    Materi yang pertama adalah Subyektivisme dan Obyektivisme

    Subyektivisme

    Pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu.
    Tokoh dari Subyektivisme antara lain :
    - Aristoteles , Plato, Rene Descartes
    - Kaum Solipsisme
    - Kaum Realisme Epistemologis
    - Kaum  Idealisme Epistemologis
    Ciri ciri pendekatan Subyektivisme :
    - Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus
    - Pengalaman Subyektif sebagai titik tolak dari inderawi diri sendiri
    - Prinsip tentang alasan subyektif cukup

    Obyektivisme

    Pandangan bahwa obyek yang kita persepsikan melalui perantara indera kita itu ada dan bebas dari kesadaran kita sendiri.
    Pandangan dasar Obyektivisme :
    - Kebenaran itu independen terlepas dari pandangan subyektif 
    - Kebenaran datang dari fakta
    - Kebenaran hanya bisa disadari dari inderawi atau menilai langsung
    Syarat yang harus dipenuhi agar muncul obyektivisme :
    - Objek sesuai dengan indera kita
    - Indera normal dan sehat
    - Karena objek ditangkap oleh media, maka media itu harus ada
    Ada 2 jenis objek yaitu :
    - Objek Khusus ( warna, suara, bau )
    - Objek Umum (dilihat, diraba)

    Materi pada sesi selanjutnya adalah Logika

    Logika
    Seperti biasa masih dalam bahasa Yunani yaitu logikos : sesuatu yang diutarakan lewat bahasa.
    Logika adalah cabang ilmu filsafat yang mempelajari, menyusun dengan aturan formal untuk mendapatkan kebenaran secara rasional dan bisa dipertanggung jawabkan. Filsuf pertama yang menggunakan kata logika adalah Aristoteles.
    Objek Logika :
    - Objek Material adalah kita sendiri dan tentang kebenaran isi
    - Objek Formal adalah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran dan berbicara tentang kebenaran bentuk 
    Tentu ada manfaatnya yaitu :
    - Membantu kita berpikir kritis, logis dan bisa dipertanggung jawabkan
    - Bisa bernalar secara abstrak
    - Agar lebih mandiri
    - Menambah kecerdasan berpikir dan bisa menarik kesimpulan dengan tepat 
    Macam macam Logika :
    - Logika kodrati : suatu suasana yang menurut logika adalah spontan dan tidak dipertanyakan lagi
    -Logika ilmiah : mempelajari berbagai aturan, hukum agar bisa didapat secara rasional dan dipertanggung jawabkan

    Logika Induktif

    Cara kerja ilmu untuk menarik kesimpulan umum tertentu dan ini tentunya atas dasar fakta.
    3 ciri penalaran induktif :
    - premis penal induktif = empiris yang ditangkap indera
    - kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada apa yang dinyatakan dalam premis
    - harus bisa diterima masyarakat
    Generalisasi Induktif
    Proses penalaran berdasarkan pengamatan untuk menarik kesimpulan tentang semua.
    3 syarat membuat generalisasi :
    - tidak terbatas secara numerik
    - harus berlaku dimana saja
    - dapat dijadikan dasar pengandaian


    Analogi Induktif

    Bicara tentang membandingkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah persamaan dan perbedaannya.
    Dan ini berbicara tentang menarik kesimpulan atas dasar yang sama. 
    Manfaat penalaran Induksi adalah memberikan pembenaran atas kecenderungan manusia yang bersandar pada kebiasaan.

    Logika Deduksi

    Kata Silogisme menjadi medium pengungkapan logika deduksi. Silogisme adalah suatu bentuk argumentasi yang bertitik tolak pada premis premis itu ditarik pada suatu kesimpulan.
    Ciri ciri Silogisme :
    - Semua pernyataannya adalah proposisi kategoris
    - Terdiri dari 2 premis dan kesimpulan
    Ada istilah premis minor dan mayor yang membentuk konklusi (kesimpulan)

    Konfirmasi, Inferensi, Konstruksi Teori

    Konfirmasi adalah suatu pernyataan yang mempertegas dan memperkuat ilmu tersebut karena berhubungan dengan filsafat ilmu. Ada 2 jenis konfirmasi yaitu Kualitatif dan Kuantitatif.
    3 jenis Konfirmasi :
    - Desicion theory : Kepastian berdasarkan keputusan
    - Estimation theory : Menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar - salah melalui konsep probanilitas
    - Reliability theory : Menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta yang  berubah ubah terhadap hipotesis

    Inferensi adalah penyimpulan dari suatu keputusan. Jenis inferensi yaitu Inferensi deduktif dan induktif.
    Ada 2 jenis Inferensi deduktif yaitu langsung dan tidak langsung. Inferensi langsung adalah penarikan kesimpulan dari satu premis (pernyataan) sedangkan tidak langsung adalah penarikan kesimpulan dari 2 premis. 

    Konstruksi Teori adalah pendapat yang dikemukakan berdasarkan peristiwa tertentu tetapi harus ada faktanya dulu. 
    Cara teori berkembang adalah dengan periode animisme, empiris dan teoritis. 
    3 model Konstruksi Teori :
    - Korespodensi
    - Koherensi
    - Paradigmatis 
    Aliran dalam Konstruksi Teori :
    - Reduksionisme : teori itu suatu pernyataan yang abstrak
    - Intrumentalisme : instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah
    - Realisme : teori dianggap real bila benar

    Kebenaran

    Suatu pengetahuan bila sesuai dengan kenyataan maka akan dinyatakan benar dan menjadi suatu ukur penilaian. 
    Kebenaran faktual adalah kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual didunia nyata dan dialami oleh manusia.
    Kebenaran nalar adalah kebenaran yang bersifat pengulangan gagasan dan tidak menambah pengetahuan baru.
    Kebenaran logis adalah kebenaran yang terdapat dalam akal budi kita sendiri.
    Sikap yang membuat adanya kekeliruan dalam kebenaran :
    - Sikap terburu buru dan kurang hati hati
    - Takut salah yang berlebihan
    - Kebingungan akibat emosi
    - Prasangka
    - Keliru dalam penalaran dan aturan logika

    Berpikir Kritis

    1. Rasionalisme, Reasonable, Reflektif
        Berpikir berdasarkan atas kenyataan dan fakta tidak berdasarkan keinginan pribadi
    2. Melibatkan Skeptis yang sehat dan Konstruktif
        Tidak menolak atau menerima ide ide kecuali karena mengerti hal tersebut
    3. Otonomi
        Tidak mudah dimanipulasi 
    4. Kreatif
        Menciptakan ide ide original berdasarkan pemikiran dan konsep
    5. Adil
        Tidak berpihak
    6. Dapat dipercaya dan dilakukan



    SUMBER : PPT YANG TELAH DIJELASKAN DOSEN