Materi yang pertama adalah
Subyektivisme dan Obyektivisme
Subyektivisme
Pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh
individu.
Tokoh dari Subyektivisme antara lain :
- Aristoteles , Plato, Rene Descartes
- Kaum Solipsisme
- Kaum Realisme Epistemologis
- Kaum Idealisme Epistemologis
Ciri ciri pendekatan Subyektivisme :
- Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus
- Pengalaman Subyektif sebagai titik tolak dari inderawi diri
sendiri
- Prinsip tentang alasan subyektif cukup
Obyektivisme
Pandangan bahwa obyek yang kita persepsikan melalui perantara
indera kita itu ada dan bebas dari kesadaran kita sendiri.
Pandangan dasar Obyektivisme :
- Kebenaran itu independen terlepas dari pandangan
subyektif
- Kebenaran datang dari fakta
- Kebenaran hanya bisa disadari dari inderawi atau menilai
langsung
Syarat yang harus dipenuhi agar muncul obyektivisme :
- Objek sesuai dengan indera kita
- Indera normal dan sehat
- Karena objek ditangkap oleh media, maka media itu harus ada
Ada 2 jenis objek yaitu :
- Objek Khusus ( warna, suara, bau )
- Objek Umum (dilihat, diraba)
Materi pada sesi selanjutnya adalah
Logika
Logika
Seperti biasa masih dalam bahasa Yunani yaitu logikos : sesuatu
yang diutarakan lewat bahasa.
Logika adalah cabang ilmu filsafat yang mempelajari, menyusun
dengan aturan formal untuk mendapatkan kebenaran secara rasional dan bisa
dipertanggung jawabkan. Filsuf pertama yang menggunakan kata logika adalah
Aristoteles.
Objek Logika :
- Objek Material adalah kita sendiri dan tentang kebenaran isi
- Objek Formal adalah kegiatan akal budi untuk melakukan
penalaran dan berbicara tentang kebenaran bentuk
Tentu ada manfaatnya yaitu :
- Membantu kita berpikir kritis, logis dan bisa dipertanggung
jawabkan
- Bisa bernalar secara abstrak
- Agar lebih mandiri
- Menambah kecerdasan berpikir dan bisa menarik kesimpulan
dengan tepat
Macam macam Logika :
- Logika kodrati : suatu suasana yang menurut logika adalah
spontan dan tidak dipertanyakan lagi
-Logika ilmiah : mempelajari berbagai aturan, hukum agar bisa
didapat secara rasional dan dipertanggung jawabkan
Logika Induktif
Cara kerja ilmu untuk menarik kesimpulan umum tertentu dan ini
tentunya atas dasar fakta.
3 ciri penalaran induktif :
- premis penal induktif = empiris yang ditangkap indera
- kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada apa
yang dinyatakan dalam premis
- harus bisa diterima masyarakat
Generalisasi Induktif
Proses penalaran berdasarkan pengamatan untuk menarik kesimpulan
tentang semua.
3 syarat membuat generalisasi :
- tidak terbatas secara numerik
- harus berlaku dimana saja
- dapat dijadikan dasar pengandaian
Analogi Induktif
Bicara tentang membandingkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah
persamaan dan perbedaannya.
Dan ini berbicara tentang menarik kesimpulan atas dasar yang
sama.
Manfaat penalaran Induksi adalah memberikan pembenaran atas
kecenderungan manusia yang bersandar pada kebiasaan.
Logika Deduksi
Kata Silogisme menjadi medium pengungkapan
logika deduksi. Silogisme adalah suatu bentuk argumentasi yang bertitik tolak
pada premis premis itu ditarik pada suatu kesimpulan.
Ciri ciri Silogisme :
- Semua pernyataannya adalah proposisi kategoris
- Terdiri dari 2 premis dan kesimpulan
Ada istilah premis minor dan mayor yang membentuk konklusi
(kesimpulan)
Konfirmasi, Inferensi, Konstruksi
Teori
Konfirmasi adalah suatu pernyataan yang mempertegas dan
memperkuat ilmu tersebut karena berhubungan dengan filsafat ilmu. Ada 2 jenis
konfirmasi yaitu Kualitatif dan Kuantitatif.
3 jenis Konfirmasi :
- Desicion theory : Kepastian berdasarkan keputusan
- Estimation theory : Menetapkan kepastian dengan memberi
peluang benar - salah melalui konsep probanilitas
- Reliability theory : Menetapkan kepastian dengan mencermati
stabilitas fakta yang berubah ubah terhadap hipotesis
Inferensi adalah penyimpulan dari suatu keputusan. Jenis inferensi
yaitu Inferensi deduktif dan induktif.
Ada 2 jenis Inferensi deduktif yaitu langsung dan tidak
langsung. Inferensi langsung adalah penarikan kesimpulan dari satu premis
(pernyataan) sedangkan tidak langsung adalah penarikan kesimpulan dari 2
premis.
Konstruksi Teori adalah pendapat yang dikemukakan berdasarkan
peristiwa tertentu tetapi harus ada faktanya dulu.
Cara teori berkembang adalah dengan periode animisme, empiris
dan teoritis.
3 model Konstruksi Teori :
- Korespodensi
- Koherensi
- Paradigmatis
Aliran dalam Konstruksi Teori :
- Reduksionisme : teori itu suatu pernyataan yang abstrak
- Intrumentalisme : instrumen bagi pernyataan observasi agar
terarah
- Realisme : teori dianggap real bila benar
Kebenaran
Suatu pengetahuan bila sesuai dengan kenyataan maka akan
dinyatakan benar dan menjadi suatu ukur penilaian.
Kebenaran faktual adalah kebenaran tentang ada tidaknya secara
faktual didunia nyata dan dialami oleh manusia.
Kebenaran nalar adalah kebenaran yang bersifat pengulangan
gagasan dan tidak menambah pengetahuan baru.
Kebenaran logis adalah kebenaran yang terdapat dalam akal budi
kita sendiri.
Sikap yang membuat adanya kekeliruan dalam kebenaran :
- Sikap terburu buru dan kurang hati hati
- Takut salah yang berlebihan
- Kebingungan akibat emosi
- Prasangka
- Keliru dalam penalaran dan aturan logika
Berpikir Kritis
1. Rasionalisme, Reasonable, Reflektif
Berpikir berdasarkan atas kenyataan dan fakta
tidak berdasarkan keinginan pribadi
2. Melibatkan Skeptis yang sehat dan Konstruktif
Tidak menolak atau menerima ide ide kecuali karena
mengerti hal tersebut
3. Otonomi
Tidak mudah dimanipulasi
4. Kreatif
Menciptakan ide ide original berdasarkan pemikiran
dan konsep
5. Adil
Tidak berpihak
6. Dapat dipercaya dan dilakukan
SUMBER : PPT YANG TELAH DIJELASKAN DOSEN