Selasa, 11 November 2014

Tugas Akhir_Perselingkuhan Dalam Keluarga dan Adanya Perceraian_Chintya Lucy L_705140050


Perselingkuhan Dalam Keluarga dan Adanya Perceraian

Latar Belakang
     Perselingkuhan tampaknya telah menjadi wabah epidemi yang melanda seluruh dunia dan meruntuhkan sendi-sendi rumah tangga yang dibangun atas landasan komitmen kesetiaan sampai mati.
     Para pelaku perselingkuhan pun kini tidak lagi malu-malu menyembunyikan perilaku mereka yang menghancurkan harmonisasi keluarga, sebaliknya malah ada “kesan” bangga, karena “berani tampil beda”. Ada beberapa alasan penyebab perselingkuhan dapat terjadi. Penulis akan menjelaskan dari aspek keluarga dan bagaimana pengaruhnya terhadap generasi muda. (Surbakti, 2008).

Pengertian Selingkuh
     Pengertian selingkuh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Selingkuh adalah tidak berterus terang, tidak jujur, dan suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan diri sendiri. (Departemen Pendidikan Nasional, 2008).
     Pengertian selingkuh menurut EB. Surbakti. Selingkuh adalah pengkhianatan terhadap komitmen cinta dengan pasangan yang mengakibatkan kekecewaan berat, sakit hati, kemarahan, bahkan keinginan untuk balas dendam. (Surbakti, 2008).
     Dengan demikian dapat disimpulkan selingkuh adalah pengkhianatan terhadap komitmen karena tidak jujur dan  menyembunyikan sesuatu yang mengakibatkan sakit hati hingga sampai balas dendam.



Gejala dari Orang Ketiga
     Gejala orang ketiga dalam praktik penulis lebih banyak ditemukan pada kaum pria daripada kaum wanita. Memang benar wanita juga ada yang mempunyai “hubungan intim”, tetapi lebih sedikit bapak-bapak yang meminta bantuan konsultasi psikologi, bagaimana caranya menyelesaikan masalah pihak ketiga yang melibatkan istri mereka. Hubungan-hubungan seperti ini bisa berdampak negatif pada kehidupan keluarga. (Patmonodewo et al., 2001).

Pihak Ketiga dalam Perkawinan
     Dengan berjalannya waktu perubahan-perubahan dalam hubungan suami-istri terjadi, diantaranya (a) ketidakpuasan, (b) perbedaan pendapat, dan (c) konflik-konflik terbuka yang tidak dapat diselesaikan.
     Suami maupun istri dapat mencari pemecahan di luar perkawinan yaitu: (a) hubungan dengan pihak ketiga “wanita lain atau pria lain” orang ketiga ini akan mengusik perkawinan; (b) menjadi akrab satu sama lain dan membuat perselingkuhan semakin nyaman; dan (c) hubungan intim mengakibatkan keseimbangan perkawinan terganggu, bisa sampai terjadi perceraian.

Alasan dari Perselingkuhan
     Adanya kesepian. Kesepian merupakan alasan klasik beberapa pasangan pernikahan ketika melakukan perselingkuhan. Kesepian terjadi akibat timbulnya “jarak” fisiologis maupun psikologis. Jarak fisiologis mengakibatkan perasaan sepi pada saat seseorang tidak bersama kita. Jarak psikologis mengakibatkan perasaan sepi saat tidak ada orang yang bisa kita tunggu kedatangannya.
   Adanya kejenuhan. Kejenuhan merupakan kelelahan psikologis dalam mengisi, menjalani, dan mengembangkan pernikahan supaya tetap bergairah. Kejenuhan juga menciptakan jarak emosional maupun fisiologis antarpasangan. Namun kejenuhan tetaplah pengingkaran terhadap komitmen pernikahan.
     Adanya kebosanan. Kebosanan muncul akibat kegagalan pasangan menciptakan kehangatan, keceriaan, keintiman, atau keakraban dalam pernikahannya. Jika kesetiaan terhadap pasangan banyak bertumpu pada daya tarik fisik, cepat atau lambat kebosanan akan datang dan terjadilah perselingkuhan.
     Adanya persahabatan. Alasan persahabatan seperti profesi, bisnis, sosial dan seterusnya dapat memacu perselingkuhan. Dari sinilah awal perselingkuhan terjadi karena kedekatan menghilangkan jarak yang seharusnya tetap terjaga dengan baik. Persahabatan yang terlalu intim mudah sekali bergeser manjadi hubungan yang tertutup atau sebuah perselingkuhan. (Surbakti, 2008, h.181).

Selingkuh Perbuatan Menyakiti
     Apabila seseorang disakiti, tentu dampak yang dirasakan adalah rasa sakit. Secara fisik rasa sakit dapat berlangsung hanya sesaat saja. Akan tetapi secara psikologis rasa sakit yang secara fisik tidak seberapa itu bisa dirasakan berkepanjangan dan menahun.
     Perselingkuhan yang terlihat langsung dengan sang anak dapat menimbulkan trauma. Trauma meninggalkan bekas yang cukup mendalam di dalam diri seseorang seperti layaknya patahan pada permukaan kayu yang meninggalkan bekas mendalam.
     Apalagi jika anak melihat langsung perselingkuhan orang tuanya itu akan menjadi trauma tersendiri untuk masa depan anak dan akan ada rasa kecewa yang mendalam. (Satiadarma, 2001).

Perceraian Akibat dari Perselingkuhan
     Penelitian menurut Hetherington. Hetherington mengamati perilaku bermain anak-anak dari kelompok keluarga cerai dan keluarga utuh, baik di dalam kelas dan tempat bermain. Diperoleh keterangan, ternyata anak laki-laki itu lebih dipengaruhi oleh peristiwa perceraian dalam keluarga. Setelah dua bulan peristiwa perceraian berlalu, mereka tampak menjadi kurang imajinatif dan daya kreatif kurang. (Dagun, 1990/2002).
     Keadaan dari keluarga utuh. Keadaan ini berbeda dengan anak-anak dari keluarga utuh yang tetap memperlihatkan kegairahan dan semangat. Anak-anak dari keluarga retak berubah menjadi canggung menghadapi realitas sebenarnya. Berkurangnya daya imajinasi anak pada saat bermain akan sangat berpengaruh pada perkembangan sosial dan kognitifnya.
     “Kemahiran berfantasi pada saat bermain sangat penting” (Singer). Daya imajinasi pada saat bermain dapat dianggap sebagai faktor yang besar, yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak, perasaan, dan perkembangan sosial. Daya imajinasi jauh lebih penting daripada sikap reaksi anak terhadap suatu respons.

Percerain Tidak Selalu Negatif
     Perceraian adalah satu-satunya pilihan terbaik dan paling tepat bagi sebuah keluarga yang senantiasa mengalami konflik berkepanjangan. Banyak para peneliti menemukan bahwa anak yang diasuh satu orang tua akan jauh lebih baik daripada anak yang diasuh keluarga utuh yang terus bertengkar. (Dagun, 1990/2002).
     “Setiap saat kita mendambakan kebahagiaan, rukun dengan anak-anak, tetapi kita mempunyai hak untuk mengakhiri suatu perkawinan bila mendatangkan bencana dan ketidaktentraman” (Mead, h.136).

Solusi untuk Menghindari Perselingkuhan
     Keluarga secara keseluruhan memiliki solusi untuk menghindari perselingkuhan, yaitu (a) memberikan fasilitas kepada anggota keluarga yang memiliki berbagai macam kebutuhan, (b) mengatasi masalah keuangan keluarga, (c) berbagi tanggung jawab dalam kehidupan keluarga, (d) menjaga relasi perkawinan tetap utama, (e) menjembatani kesenjangan komunikasi antar generasi, (f) tetap menjaga relasi dengan sanak saudara, (g) memperluas wawasan remaja dan orang tua, dan (g) memelihara aturan etis dan moral yang diperlukan. (Setiono, 2011, h.68).

Simpulan
     Perselingkuhan merupakan teladan buruk orang tua kepada anak remajanya tentang makna seks dalam pernikahan. Jika kelak anak remajanya setelah menikah tidak mampu menghargai dan menghormati pernikahannya, hal itu hanyalah kelanjutan dari contoh yang sudah terlebih dahulu dipertontonkan oleh orang tua. (Surbakti, 2008, h.184).
     Dengan demikian, kita harus bisa menerima kelebihan dan kekurangan pasangan kita masing-masing. Harus menghormati komitmen yang telah dibuat dan lebih memikirkan ke arah masa depan dibandingkan dengan nafsu semata. Tentunya di dalam suatu hubungan yang namanya komitmen adalah hal paling utama.

Saran
     Tentunya yang namanya perselingkuhan tidak pernah baik, penulis menyarankan sebaiknya kita memberi contoh yang baik kepada generasi muda untuk menjalin hubungan yang serius dengan pasangannya masing-masing. Jangan pernah melakukan hubungan yang tertutup dengan seseorang terutama lawan jenis karena akan menimbulkan fitnah. Kita harus menghargai kekurangan pasangan masing-masing dan saling menjaga hubungan komunikasi yang baik.






Daftar Pustaka
Dagun, S., M. (2002). Psikologi keluarga: Peranan ayah dalam keluarga. Jakarta: Asdi Mahasatya. (Karya asli diterbitkan tahun 1990).
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus besar bahasa indonesia pusat bahasa (4th ed.). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Patmonodewo, S., Atmodiwirjo, E. T., Marat, S., Munandar, S. C., Gunarsa, S. D., Soewondo, S., & Achir, Y. C. (2001). Bunga rampai psikologi perkembangan pribadi: Dari bayi sampai lanjut usia. Dalam S.C. Utami Munandar (Ed.). Universitas Indonesia, Jakarta.
Satiadarma, M., P. (2001). Persepsi orang tua membentuk perilaku anak: Dampak pygmalion di dalam keluarga. Jakarta: Pustaka Populer Obor.
Setiono, K. (2011). Psikologi keluarga. Bandung: Alumni.
Surbakti, E., B. (2008). Kenakalan orang tua penyebab kenakalan remaja. Jakarta: Gramedia.

     

Rabu, 05 November 2014

Latihan 17 Kerangka Ilmiah Topik Karir dalam Pramuwisata_Chintya Lucy Lutviantari_705140050

Berkarir dalam Bidang Pramuwisata

     Pengertian Pramuwisata
          Pengertian pramuwisata menurut Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi.   Pramuwisata adalah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penjelasan, dan petunjuk tentang objek wisata serta membantu keperluan wisata lainnya.
     Pengertian pramuwisata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pramuwisata merupakan petugas pariwisata yang berkewajiban memberi petunjuk dan informasi yang diperlukan wisatawan.
     Pengertian pramuwisata menurut ahli pariwisata Oka A. Yoeti. Pramuwisata adalah seseorang yang memberi penerangan, penjelasan, serta petunjuk kepada wisatawan, tentang segala sesuatu yang hendak dilihat dan disaksikan pada saat wisatawan berkunjung pada suatu objek, tempat, atau daerah tertentu.
     Maka dapat disimpulkan pramuwisata adalah seseorang yang bertugas memberi informasi kepada wisatawan secara akurat tentang objek wisata yang ada, memberi petunjuk, dan membantu keperluan wisatawan.

Tugas Pramuwisata
     Memberikan penjelasan pada wisatawan. Memberikan penjelasan apa yang tidak diketahui oleh wisatawan, serta menjawab segala pertanyaan yang diajukan kepadanya tentang segala sesuatu yang yang menarik perhatian.
     Memberikan pertolongan pada wisatawan. Memberi pertolongan jika diminta dan untuk seorang pramuwisata hendaklah berusaha membantu para wisatawan agar mereka merasa puas dan senang.
     Dapat mencegah kesalahan. Seorang pramuwisata hendaknya bisa mencegah segala sesuatu yang buruk dan menghindari kerugian bagi wisatawan. Pramuwisata juga harus memprioritaskan kenyamanan dan keselamatan wisatawan karena itu sudah tanggung jawab lembaga perjalanan dan pramuwisata.
    
Peranan Psikologi Dalam Pariwisata
     Tentunya pariwisata memiliki peranan dalam psikologi, yaitu: (a) membantu penempatan karyawan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan, (b) membantu mengembangkan diri setelah menerima dan mengerti kelemahan dan kelebihan diri sendiri, (c) membantu memotivasi diri sendiri dalam masalah-masalah profesinya, (d) membantu menyesuaikan diri individu dalam dunia usaha yang digelutinya, dan (e) membantu individu untuk menilai dan mengendalikan diri dalam dunia pariwisata.

Pengaruh Pramuwisata
     Pengaruh pramuwisata dalam bidang sosial budaya, yaitu (a) dapat menghubungkan wisatawan dengan ikon budaya lokal, (b) membantu kemajuan industri pariwisata nasional, (c) membantu mempromosikan produk lokal, dan (d) dapat menjaga daya tarik wisatawan dari pihak-pihak yang melakukan kesalahan.
     Pengaruh pramuwisata dalam bidang ekonomi, yaitu (a) membantu meningkatkan devisa negara, (b) membantu memberikan kesempatan pada industri lokal dalam penyediaan barang dan jasa, dan (c) meningkatkan pendapatan daerah yang di kunjungi.







Daftar Pustaka

Himpunan Pramuwisata Indonesia. (2011). Apa Itu Pramuwisata. Diunduh dari http://dpdhpisulut.wordpress.com/pengerian-pramuwisata/
Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2014. Diunduh dari http://kbbi.web.id/pramuwisata
Kementerian Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi RI. (2014). Peraturan Menparpostel RI. Jakarta.
Menjadi Pramuwisata Profesional. (2010, 10 Februari). Yogyakarta Tourist Information. Diunduh dari http://hpijogja.wordpress.com/2010/02/10/menjadi-pramuwisata-profesional/
Peran Guide dalam Bina Usaha Wisata. (2009, 13 September). Yogyakarta Tourist Information. Diunduh dari   http://hpijogja.wordpress.com/2009/09/13/%E2%80%98peran-guide-dalam-bina-usaha-wisata%E2%80%99/
Psikologi Pelayanan. (2012). Diunduh dari http://syahrulfajri.blogspot.com/2012/11/psikologi-pelayanan.html






    

  

Selasa, 07 Oktober 2014

FIELD TRIP KAMPUNG BETAWI

FIELD TRIP KAMPUNG BETAWI VERSI DESCARTES DURO

2 Oktober 2014 adalah hari yang sangat menyenangkan. Kami Mahasiswa Psikologi Universitas Tarumanagara 2014 melakukan Field Trip ke Kampung Betawi, disana kami bukan hanya belajar tentang budaya Betawi tapi juga menikmati berbagai macam kuliner yang tentunya enak - enak.

Disana kami mewawancarai beberapa pedagang yang sangat antusias dengan kedatangan kami. Tentunya berbincang bincang dengan para pedagang yang ramah ramah sangat menyenangkan. 

Tentunya banyak hal baru yang kami dapat dan sangat menyenangkan. Kami bisa lebih menghargai budaya nusa bangsa ini dan ikut melestarikannya.

Pastinya Descartes Duro adalah kelompok yang kompak dan seru. Kalian partner partner yang menyenangkan dan seru. Orang orang yang amazing. Oh ya kami sempat menaiki wisata "bebek - bebekan" yang sangat seru dan bisa melihat pemandangan alam yang sangat sayang untuk dilewatkan. 

Semoga ditahun berikutnya akan ada Field Trip yang lebih menyenangkan :). Have a nice day and Happy Holiday Guys :D






FILSAFAT PSIKOLOGI

FILSAFAT PSIKOLOGI

Filsafat adalah hasil pemikiran manusia yang mencari sesuatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dalam penyelidikannya, filsafat memang bertentangan dengan yang dialami manusia, karena tak ada pengetahuan jika tidak bersentuhan lebih dahulu dengan panca indera, sedangkan ilmu yang hendak mempelajari hasil penginderaaan itu tidak mungkin mengambil keputusan dengan menjalankan pikiran, tanpa menggunakan dalil dan hukum pikiran yang tidak mungkin dialaminya. Bahkan pikiran manusia itu ada serta mampu mencapai bagaimana budi manusia dapat mencapai kebenaran itu.

Sebaliknya, filsafat juga membutuhkan data dari ilmu. Jika, ahli filsafat manusia akan menyelidiki manusia serta hendak menentukan apakah manusia itu, ia memang harus mengetahui gejala tindakan manusia terlebih dahulu. Dalam dengan hasil penyelidikannya. Kesimpulan filsafat tentang kemanusiaan akan sangat tidak imbang dan mungkin jauh dari kebenaran jika tidak menghiraukan hasil dari psikologi (Poedjawijatna, 1991). 

Dalam berbagai ilmiah penelitian disebutkan, sebelum menjadi ilmu yang berdiri sendiri, psikologi memiliki pondasi yang kuat dalam ilmu kedokteran dan filsafati yang sampai sekarang masih terlihat pengaruhnya. Di dalam ilmu kedokteran, psikologi menjelaskan segala sesuatu yang terfikir dan terasa oleh organ-organ jasmani. sedangkan dalam filsafat adalah sebagai pemecah masalah-masalah rumit yang berkaitan dengan akal, kehendak, dan pengetahuan.

Bruno, seperti dikutip Syah (1995:8), membagi pengertian psikologi dalam tiga bagian yang pada dasarnya saling berhubungan. Pertama, psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang “roh’. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang “kehidupan mental’, Ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku”.

Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM) beranggapan bahwa kesadaran manusia berhubungan dengan rohnya. Oleh karena itu, studi mengenai kesadaran dan proses mental manusia merupakan bagian dari studi tentang roh.

SUMBER : http://filsafat.kompasiana.com/2014/04/05/hubungan-psikologi-dengan-filsafat-manusia-646740.html

Minggu, 05 Oktober 2014

EKSISTENSIALISME MENURUT JEAN PAUL SARTRE

JEAN PAUL SARTRE


Lahir di Paris 1905. 
Tahun 1929 menjadi guru.
Tahun 1931 - 1938 menjadi dosen filsafat di Le Havre.
Tahun 1942 - 1944 menjadi dosen di Loycee Pasteur.
Dipengaruhi oleh Husserl dan Heidegger.

PEMIKIRAN SARTRE

Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sebagai diri sendiri. Keberadaan manusia berbeda dengan keberadaan benda lain yang tidak punya kesadaran. Untuk manusia eksistensi adalah keterbukaan, beda dengan benda lain yang keberadaan sekaligusnya berarti esensinya.
Tanggung jawab yang menjadi beban kita jauh lebih besar dari sekedar tanggung jawab terhadap dari diri kita sendiri.

KEBUTUHAN MANUSIA

Tubuh sebagai pusat orientasi tidak bisa dipandang sebagai alat semata - mata tapi mengukuhkan kehadiran kita sebagai eksistensi.

KOMUNIKASI DAN CINTA

Komunikasi adalah suatu hal yang apriori tak mungkin tanpa adanya sengketa, karena setiap orang menemui orang lain pada akhirnya akan terjadi saling objektifikasi yang seolah olah membekukan orang lain.
Cinta adalah bentuk hubungan keinginan saling memiliki. Akhirnya cinta bersifat sengketa karena objektifikasi yang tak terhindarkan.

EKSISTENSIALISME MENURUT KIRKEGAARD

EKSISTENSIALISME

Etimologis, ex : keluar, sistentia (sistere) : berdiri. Manusia bereksistensi adalah manusia baru menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya.

 
Kierkegaard salah satu tokoh tentang eksistensialisme.
Lahir di Kopenhagen, Denmark 15 Mei 1813. Belajar teologi di Universitas Kopenhagen tapi tidak selesai. Sempat menjauh dari agama dan teman - temannya. 1849 kembali ke agamanya Kristen. Meninggal 1855 dan dipandang sebagai seorang yang religius dan tokoh gereja. 

POKOK AJARAN KIERKEGAARD
Ada 3 cara bereksistensi yaitu :
- Sikap estetis : tentang kenikmatan yang dikuasai oleh perasaan.
- Sikap etis : sikap menerima kaidah kaidah moral, suara hati dan menerima arah hidupnya.
- Sikap religius : berhadapan dengan Tuhan

MANUSIA MENJADI SEPERTI YANG DIPERCAYAI 

Pernyataan Parmenides hingga Hegel yaitu "Berpikir sama dengan berada" ditolak oleh Kierkegaard karena menurutnya "percaya sama dengan menjadi". Disini dan kini manusia percaya dan menentukan bagaimana dia akan ada secara pribadi. 

WAKTU DAN KEABADIAN

Saat adalah titik dimana waktu dan keabadian menyatu. Kita menjadi eksistensi dalam saat yaitu saat pilihan. Pilihan itu suatu loncatan dari waktu ke keabadian.

SUBYEKTIVITAS DAN EKSISTENSI SEBAGAI TUGAS

Eksistensi manusia bukan sekedar suatu fakta tapi lebih dari itu. Eksistensi manusia adalah tugas yang harus dijalani dengan kesejatian sehingga tidak menjadi semu. Eksistensi sebagai tugas disertai dengan tanggung jawab. Eksistensi sejati memungkinkan individu memilih dan mengambil keputusan sendiri. Untuk itulah Kierkegaard menganggap subjektifitas dan eksistensi sejati itu adalah tugas.

PUBLIK DAN INDIVIDU

Publik bagi Kierkegaard hanya abstraksi belaka bukan realitas. Publik dianggap berbahaya bila dianggap nyata. 

SUMBER : PPT YANG DIJELASKAN DOSEN

BADAN DAN JIWA

Yeahhh ini pertemuan ke 7 guys dalam filsafat haha Selamat membaca :D ( 25 September 2014 )

BADAN DAN JIWA

- Badan dan Jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk kepribadian utuh manusia.

MONISME

Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu substansi yang membentuk kepribadian manusia.
3 bentuk aliran ini yaitu :
- Materialisme
- Teori identitas
- Idealisme

DUALISME

Badan dan jiwa adalah 2 elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaanya ada dalam pengertian dan objek. Ada 4 cabang tentang dualisme yaitu :
- Interaksionisem : fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa
- Okkasionalisme : memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakann hubungan badan dan jiwa
- Paralelisme : sistem kejadian ragaawi berada di alam sedangkan sistem kejadian jiwa ada di dalam jiwa
- Epifenomenalisme : melihat hubungan badan dan jiwa dari fungsi syaraf

SUMBER : PPT YANG DIJELASKAN DOSEN