EKSISTENSIALISME
Etimologis, ex : keluar, sistentia (sistere) : berdiri. Manusia bereksistensi adalah manusia baru menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya.
Kierkegaard salah satu tokoh tentang eksistensialisme.
Lahir di Kopenhagen, Denmark 15 Mei 1813. Belajar teologi di Universitas Kopenhagen tapi tidak selesai. Sempat menjauh dari agama dan teman - temannya. 1849 kembali ke agamanya Kristen. Meninggal 1855 dan dipandang sebagai seorang yang religius dan tokoh gereja.
POKOK AJARAN KIERKEGAARD
Ada 3 cara bereksistensi yaitu :
- Sikap estetis : tentang kenikmatan yang dikuasai oleh perasaan.
- Sikap etis : sikap menerima kaidah kaidah moral, suara hati dan menerima arah hidupnya.
- Sikap religius : berhadapan dengan Tuhan
- Sikap etis : sikap menerima kaidah kaidah moral, suara hati dan menerima arah hidupnya.
- Sikap religius : berhadapan dengan Tuhan
MANUSIA MENJADI SEPERTI YANG DIPERCAYAI
Pernyataan Parmenides hingga Hegel yaitu "Berpikir sama dengan berada" ditolak oleh Kierkegaard karena menurutnya "percaya sama dengan menjadi". Disini dan kini manusia percaya dan menentukan bagaimana dia akan ada secara pribadi.
WAKTU DAN KEABADIAN
Saat adalah titik dimana waktu dan keabadian menyatu. Kita menjadi eksistensi dalam saat yaitu saat pilihan. Pilihan itu suatu loncatan dari waktu ke keabadian.
SUBYEKTIVITAS DAN EKSISTENSI SEBAGAI TUGAS
Eksistensi manusia bukan sekedar suatu fakta tapi lebih dari itu. Eksistensi manusia adalah tugas yang harus dijalani dengan kesejatian sehingga tidak menjadi semu. Eksistensi sebagai tugas disertai dengan tanggung jawab. Eksistensi sejati memungkinkan individu memilih dan mengambil keputusan sendiri. Untuk itulah Kierkegaard menganggap subjektifitas dan eksistensi sejati itu adalah tugas.
PUBLIK DAN INDIVIDU
Publik bagi Kierkegaard hanya abstraksi belaka bukan realitas. Publik dianggap berbahaya bila dianggap nyata.
SUMBER : PPT YANG DIJELASKAN DOSEN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar